Pengertian Sosiologi: Hakikat Sosiologi, Definisi, dan Obyek Kajian

Pengertian Sosiologi: Hakikat Sosiologi, Definisi, dan Obyek Kajian

Penulis: Redaksi Pojok Wacana

Pengertian Sosiologi

Dari segi etimologis, istilah sosiologi berasal dari kata Latin “socius” yang berarti “kawan” dan “logos” yang berarti “kata” atau “berbicara”. Dari akar kata tersebut, Profesor Bagung Suyanto mengartikan sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat (Suyanto, 2004: 4-5).

Setelah mengetahui dari segi etimologi bahwa sosiologi artinya berbicara tentang masyarakat, sekarang apa pengertian sosiologi itu sendiri?

Soerjono Soekanto dalam buku “Sosiologi: Suatu Pengantar” menjelaskan terjadi kesukaran tersendiri untuk membuat pengertian sosiologi yang dapat mengemukakan secara keseluruhan, meliputi sifat dan hakikat apa itu sosiologi dalam beberapa kalimat.

Sehingga, Soekanto lebih memilih menjelaskan pengertian sosiologi berdasarkan beberapa poin hakikat sosiologi, setelah mengemukakan beberapa pendapat yang bisa jadi patokan sementara. Berikut ini penjelasannya.

(Soerjono Soekanto)

Beberapa definisi yang bisa jadi rumusan sementara yang kemudian bisa dielaborasi lanjut tentang pengertian sosiologi adalah (diambilkan dari Soekanto, 2004: 19-20):

Pitirim Sorokin menjelaskan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi dan agama, hukum dan ekonomi, dan lain sebagainya.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara geraja sosial dan gejala non-sosial (gerografis, biologis, dan lain-lain)
  3. Ciri-ciri umum gejala-gejala sosial.

Roucek and Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok kelompok.

William F. Ogburn dan Meyer F Nimkoff menjelaskan sosiologi adalah mempelajari interaksi dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers menyebut sosiologi mempelajari struktur-struktur  dan proses kemasyarakatan.

Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi menjelaskan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Dari penjelasan-penjelasan pengertian sosiologi oleh para ahli tersebut, kemudian Soerjono Soekanto menggarisbawahi dari sudut pandang sifat hakikat ilmu sosiologi agar bisa menetapkan pengetahuan seperti apa yang dimaksud dengan sosiologi.

Alhasil, Soekanto mengemukakan tujuh ciri ilmu sosiologi sebagai berikut (Soekanto, 2004: 20-23):

Sosiologi adalah Ilmu Sosial

Ilmu sosiologi adalah rumpun ilmu-ilmu sosial, dan bukan ilmu pengetahuan alam. Hal ini penting untuk ditegaskan bahwa sosiologi berurusan dengan gejala-gejala sosial kemasyarakatan, dan berbeda dengan objek kajian astronomi, fisika, dan sebagainya.

Sosiologi adalah bukan disipiln Normatif, tapi disiplin yang Kategoris

Arti dari sosiologi bukan ilmu normatif dan disiplin kategoris adalah bahwa sosiologi menitikberatkan pada apa yang terjadi dalam gejala sosial dewasa ini, bukan pada apa yang harusnya terjadi (normative-perskriptif). Dengan demkian, sosiologi berbeda dengan ilmu etika atau ilmu agama.

Sosiologi adalah Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science), dan Bukan Ilmu Pengetahuan Terapan (Applied Science)

Perlu dipahami sebelumnya bahwa dari segi tujuannya, ilmu terbagi menjadi dua, yakni ilmu murni dan ilmu terapan. Ilmu murni adalah ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan dengan tujuan meninggikan mutu ilmu pengetahuan tersebut dan bukan untuk mengaplikasikannya atau menerapakannya ke masyarakat.

Sedangkan ilmu terapan adalah ilmu yang dikembangkan untuk dipergunakan membantu masyarakat. Misalnya seorang ahli fisika yang merumuskan bagaimana pembangunan jembatan yang benar adalah ilmu terapan. Dengan demikian, tujuan sosiologi adalah mendapatkan pengetahuan sedalam mungkin tentang masyarakat, dan bukan untuk memaksa pengetahuan tersebut ke dalam masyarakat.

Sosiologi Adalah Ilmu Pengetahuan Abstrak, dan Bukan Kongkrit

Artinya, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan abstrak adalah yang menjadi perhatian utama adalah bentuk pola-pola peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat, tetapi bukan wujudnya yang kongkrit.

Sosiologi Bertujuan untuk Menghasilkan Pengertian-pengertian Umum

Kajian sosiologi akan berusaha mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari setiap interaksi sosial, perihal sifat hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyakat.

Sosiologi Adalah Ilmu Pengetahuan yang Empiris dan Rasional

Artinya Sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi atau penelitian terhadap kenyataan dengan metode tertentu dan menggunakan akal sehat.

Sosiologi Adalah Ilmu Pengetahuan yang Umum, Bukan Pengetahuan yang Khusus

Artinya sosiologi menekankan untuk mencari pola gejala sosial yang umum, bukan yang khusus. Dengan kata lain, artinya sosiologi mempelajari gejala umum yang muncul dari setiap interaksi         yang terjadi antar manusia, bukan yang khusus gejala batin individu yang digarap ilmu psikologi. Sosiologi mempelajari faktor-faktor  sosial dalam semua bidang kehidupan. Misalnya:  keluarga, politik, hukum, agama, ekonomi, organisasi,  gender,   industri, pendidikan,  dan lain-lain.

Setelah menjelaskan 7 karakter atau sifat hakikat sosiologi di atas, Soerjono Soekanto menutup pembahasan tentang pengertian sosiologi sebagai

“ilmu sosial yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, dan empiris, serta bersifat umum” (Soekanto, 2004: 23).

 

Obyek Kajian Sosiologi

Sudah disinggung sebelumnya bahwa obyek dari kajian sosiologi adalah masyarakat.

Pertanyannnya, apa itu yang dimaksud masyarakat?

Seperti sebagaimana mendifinisikan apa itu sosiologi, Soekanto perlu menyebutkan definisi dari para ahli baru kemudian mencari beberapa karakter mendasar yang kemudian bisa menjadi patokan.

Berikut beberapa definisi yang ia kumpulkan sebagai patokan:

Selo Soemardjan mendefrinisikan masyarakat sebagai “orang-orang yang hidup bersama dan menghasilan kebudayaan” (dalam Soekanto, 2004: 25).

Maclver dan Page mendefinisikan masyarakat sebagai “suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingka laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini merupakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial. Dan masyarakat selalu berubah” (dalam Soekanto, 2004: 25).

Raplh Linton mengatakan, “masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan mengagap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dapat dirumuskan dengan jelas” (dalam Soekanto, 2004: 25).

Dari definisi-definisi di atas, terdapat terdapat empat unsur utama untuk mendefinisikan apa itu masyarakat:

Pertama, sekumpulan manusia yang hidup bersama. Kedua, bercampur untuk waktu yang cukup lama. Ketiga, mereka sadar bahwa mereka adalah suatu kesatuan. Keempat, mereka merupakan suatu sistem sosial yang hidup bersama, dimana mereka menghasilkan kebudayaan dann terikat satu sama lain.

Ringkasnya, masyarakat adalah sekelompok orang yang tinggal bersama dalam waktu yang lama dan menghasilkan kebudayaan yang merupakan sistem kesatuan hidup bersama (Soekanto, 2004: 24-25).

 

 

Sumber Rujukan

Soekanto, Soerjono. 2004. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Suyanto, Bagong. 2014. “Perkembangan dan Peran Sosiologi”. dalam Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Prenada Media Group.

 

 

Lanjutan: Sejarah Sosiologi

Adalah August Comte yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi melalui karangannya yang populer berjudul ”Positive Philosophy”(1838). Comte kemudian terkenal sebagai “Bapak Sosiologi”, atau lebih tepatnya “Bapak Sosiologi Positif”. Istilah sosiologi kemudian lebih populer kira-kira setengah abad berikutnya berkat Herbert Spencer yang menulis buku berjudul “Principle of Sociology”, yang terbit tahun 1876 (Suyanto, 2004: 4-5). Ia menulis seputar evolusi organik di dalam masyarakat dan menjadi lebih jauh mengembangkan teori evolusi sosial dan bisa diterima secara luas puluhan tahun berikutnya.

Penjelasan tentang perkembangan istilah dan sejarah sosiologi lebih jauh akan dibicarakan pada tulisan berikutnya. Tulisan ini akan menitikberatkan pada pengantar tentang pengertian, hakikat, obyek kajian sosiologi.

 

Baca Juga:

Filsafat Politik John Locke Tentang Kontrak Sosial, HAM, dan Pembagian Kekuasaan

Teori Montesquieu Tentang Pembagian Kekuasaan dan Sistem Pemerintahan

Teori Thomas Hobbes Tentang Leviathan dan Kekuasaan Negara

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments